You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Lapandewa
Logo Desa Lapandewa
Desa Lapandewa

Kec. Lapandewa, Kab. Buton Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara

PEMERINTAH DESA LAPANDEWA GELAR REMBUK STUNTING T.A. 2027

Admin Desa Lapandewa 26 Juli 2026 Dibaca 128 Kali
PEMERINTAH DESA LAPANDEWA GELAR REMBUK STUNTING T.A. 2027

“Perkuat Kolaborasi & Percepat Aksi, Bersinergi Bersama Menurunkan Angka Stunting”

Lapandewa_Buton Selatan, Pemerintah Desa Lapandewa menggelar kegiatan Rembuk Stunting Tahun Anggaran 2027 sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan desa yang berfokus pada percepatan pencegahan dan penurunan stunting. Kegiatan ini menjadi forum musyawarah yang melibatkan pemerintah desa, BPD, tenaga kesehatan, kader Posyandu, Gizi, Kader Pembangunan Manusia (KPM), tokoh masyarakat, serta berbagai unsur terkait untuk menyusun langkah-langkah strategis berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat desa. Rembuk stunting merupakan forum penting untuk menyepakati program prioritas pencegahan stunting yang akan diintegrasikan ke dalam RKP Desa dan APBDes Tahun Anggaran 2027.

Stunting masih menjadi salah satu tantangan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Buton Selatan pada umumnya. Kondisi ini tidak hanya ditandai oleh tinggi badan anak yang lebih rendah dibandingkan usianya, tetapi juga berkaitan dengan terganggunya perkembangan otak, menurunnya daya tahan tubuh, serta berkurangnya potensi produktivitas di masa depan. Oleh karena itu, stunting merupakan masalah yang kompleks dan membutuhkan penanganan dari berbagai sektor.

Pj Kepala Desa Lapandewa (La Igu, SKM.,M.Si) dalam sambutannya  berharap “seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung program pencegahan stunting, karena keberhasilan upaya tersebut memerlukan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, Pengurus Poyandu/kader dan masyarakat. Dengan masih adanya kasus stunting, bukanlah sesuatu untuk mencari siapa yang salah, tetapi menjadi pengingat bahwa masih ada pekerjaan yang harus kita selesaikan secara bersama-sama demi masa depan anak-anak kita. Komitmen bersama, target percepatan penurunan stunting di Desa Lapandewa dapat tercapai.

Penyebab stunting tidak hanya berasal dari kurangnya asupan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi keluarga, rendahnya pengetahuan mengenai pola makan sehat, sanitasi dan akses air bersih yang belum optimal, serta layanan kesehatan ibu dan anak yang perlu terus diperkuat. Kebiasaan pemberian makanan pendamping ASI yang kurang tepat dan kurangnya pemantauan pertumbuhan balita juga dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting.

Masalah stunting sulit dihilangkan karena penyebabnya saling berkaitan dan sering terjadi dalam jangka waktu yang lama. Stunting bukan hanya soal anak kurang makan, tetapi juga dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain:

  1. Gizi ibu yang kurang baik sejak sebelum dan selama kehamilan, sehingga pertumbuhan janin tidak optimal.
  2. Asupan gizi anak yang tidak mencukupi, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (dari masa kehamilan hingga usia 2 tahun).
  3. Infeksi yang berulang, seperti diare atau infeksi saluran pernapasan, yang mengganggu penyerapan nutrisi.
  4. Kurangnya akses terhadap air bersih dan sanitasi, sehingga risiko penyakit infeksi meningkat.
  5. Pengetahuan orang tua tentang gizi dan pola asuh yang masih terbatas di sebagian masyarakat.
  6. Faktor ekonomi, yang dapat membatasi kemampuan keluarga untuk memperoleh makanan bergizi dan layanan kesehatan.

Karena penyebabnya beragam, penanganan stunting juga harus dilakukan secara menyeluruh. Upaya yang diperlukan meliputi:

  • Memastikan ibu hamil mendapatkan gizi dan pemeriksaan kesehatan yang baik.
  • Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan makanan pendamping ASI yang bergizi setelahnya.
  • Melengkapi imunisasi dan segera mengobati penyakit infeksi.
  • Meningkatkan akses air bersih dan sanitasi.
  • Memberikan edukasi tentang gizi dan pengasuhan kepada keluarga.
  • Mengurangi kemiskinan dan meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut dibahas berbagai usulan, antara lain layanan kesehatan ibu hamil dan balita perlu ditingkatkan  lagi, penguatan kegiatan Posyandu, Penyuluhan  edukasi gizi dan keluarga, pemanfaatan pekarang rumah untuk menanam sayur-sayuran terutama kepada keluarga ada  ibu hamil, bayi dan balita, perbaikan secepatnya PDAM dalam menghadapi musim kemarau saat ini, serta penguatan koordinasi lintas sektor. Melalui rembuk ini diharapkan tercipta komitmen bersama untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sehingga mampu mewujudkan generasi Desa Lapandewa yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

 

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image